Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Wednesday, March 17, 2010

jurus jitu bersihin mun-mun

maaf yah.. postingan kali ini agak jorse dikit, soalnya ngomongi soal munt*h.

namanya anak-anak, kalo lagi gak enak badan atau batuk, .. biasanya sulit terhindar dari yang namanya mun-mun.
aku gak suka sama bau mun-mun, bisa terpancing ikutan mun-mun juga. (makanya aku gak terlalu suka sama yoghurt, yg menurutku baunya rada mirip2 ...)

para mommies (buat yang gak pakai asisten), selama ini gimana cara bersihin mun2?


kalo maknya crystal dan angie, punya jurus jitu buat bersihin mun-mun anak2. gak usah dilap pakai kain pel, koran atau tisu. perangkatnya sederhana banget. cukup sapu dan pengki. tinggal disapu ke dalam pengki, tuang mun-munnya ke dalam toilet. guyur pengki dan sapunya dg air dari selang shower sampai bersih. lalu bekas mun-mun di lantai tinggal dipel pakai gagang pel.

sapunya jangan sapu yang dari bahan ijuk beneran. tapi sapu yang dari bahan sintetis (plastik), gampang dibersihin dan cepat kering.


kalo yang gak tahan sama bau mun-mun, tinggal pakai masker hidung/mulut. beres deh!


pas nulis ini, kepikiran sih buat mommies yg tinggal di amrik atau daerah eropa. biasanya rumahnya berkarpet semua.

buat bersihin, mungkin kudu pakai yang sapu plastik gagang pendek. kemudian bekas mun-mun ditekan2 dg tisu-dapur (biar air mun2 teresap sampai agak kering). baru disikat pelan2 dg air+sabun cuci piring. terakhir ditekan2 lagi dg kain pel, buat meresap air sabun.

biar cepat kering, bisa dengan bantuan 'hair dryer'. vacuum di sono apa berfungsi sbg pengering juga yah? (*maklum, di rumah cuma punya vacuum dg fungsi sbg penyedot debu aja*)


kalo orang2 di china sini, gak prefer karpet. pertama, repot bersihinnya, apalagi ada tumpahan susu, teh, kopi dan sejenisnya, termasuk mun-mun si kecil. kedua, kalo di-vacuum, sebenarnya pun tidak 100% bersih, karena bahan2 fabrik biasanya sedikit banyak bisa meresap (menyimpan) debu di balik jaringan fabriknya.

orang2 di sini prefer wooden-floor untuk kamar dan lantai keramik untuk ruang tamu dan ruang makan. atau seluruh rumah menggunakan wooden-floor (kecuali dapur dan kamar mandi) dg keramik.



Monday, March 15, 2010

dongeng sebelum tidur (part 2)

kamis malam, crystal minta bobok dengan oma-nya.
sang emak usil lagi..

mama: malam ini langsung tidur yah. gak pakai cerita.
angie: *langsung nangis kencang banget*
mama: *gak nyangka reaksinya seperti itu. sibuk menghibur dan janji mendongengkan"

kali ini, sengaja pakai hi-speed lagi, habis lucu mendengar reaksi angie.
angie: mama, pelan sedikit! (*papa pun ikut tertawa*)
mama: *akhirnya sang emak bercerita dg normal*
mama: OK, dah selesai ceritanya. sekarang saatnya tidur.
angie: aku mau didongengkan tentang sang kera.
mama: sekarang sudah saatnya tidur. dongeng sang kera-nya besok yah.
angie: mmmh...! (*maksudnya setuju*)


ps:
kalo soal dongeng, maknya kudu improvisai dari cerita di buku, film animasi, dll.
ceritanya juga asal dikarang2 aja, sambil diselipin pesan moral.

misal tentang sang kera, yang sembarangan main di hutan dan tersesat gara2 gak dengerin orang tuanya, yang suruh jangan main jauh2 dari rumah.

ujung2nya, ngingatin, kalo lagi jalan2 keluar, jangan jauh2 dari para orang tua yang nemeni, nanti ilang dan ditangkap penjahat. jangan menerima makanan dan minuman pemberian dari orang asing, nanti dikasih obat bius. yang sejenis itulah, disesuaikan dg kondisi jaman. skrg kan banyak kidnapper (penculik anak).

Tuesday, February 23, 2010

masa batita = masa emas

masa batita (bawah tiga tahun) itu, rasanya seperti masa emas.
masa di mana si kecil masih lengket-lengketnya. nempel teruuuusssss... kayak perangko.

saat tiba di rumah adalah salah satu contoh, betapa menyenangkannya memiliki seorang batita.

begitu tau maknya tiba di rumah, angie akan sudah menunggu di pintu.
saat maknya lagi naik tangga, dia akan manggil, "mama!"
setelah maknya nyahutin, dia akan bilang:
"mama, aku sudah ambilkan sandal untukmu.
yeee..yee... mamaku sudah pulang!
yeee...yeee... mamaku sudah pulang! (*sambil lunjak-lunjak*)
mamaku yang baik.
mama, aku cinta padamu."

hampir tiap hari begitu.
kadang-kadang ditambah dengan:
"mama, di luar gak hujan." (*maksudnya, pengen minta jalan-jalan*)

kalo misalnya maknya capek baru pulang lembur, rebahan, merem2 bentar.
dia naik ke tempat tidur, ikutan rebahan atau duduk di sisi maknya.
berhubung dan gedean, dah gak terlalu gak bolehin maknya tidur.
paling, nempel dekat2. ciumi pipi maknya, kadang belai2 (atau tarik pelan2) rambut maknya. cium pipi lagi. nempel2in wajahnya lagi.


masa-masa kayak gini harus bener2 dinikmati.
soalnya begitu mereka melewati masa batita,
mereka dah bisa main sendiri, asik sendiri.
maknya pulang, kadang juga anteng2 aja.
kayak crystal sekarang, kalo maknya baru pulang,
paling banter manggil: "mama!"
habis itu, sibuk lagi main dg Smarty.

mereka juga gak minta gendong lagi. selain memang berat kalo digendong.
justru maknya yang minta: "crystal, sini mama gendong dulu."
nah lho ... !

Monday, November 09, 2009

STOP child abuse

suatu sore minggu lalu ..
saat turun dari bus kantor dan berjalan kaki pulang,
di tengah jalan, di depan jalur pertokoan ..
terlihat seorang anak laki, kira2 kelas 6SD, sedang bermain skateboard.
dia sedang melakukan gerakan membelok pelan-pelan.
tau-tau kehilangan keseimbangan, jatuh menimpa tempat sampah dan sebuah kaleng.
seorang pria, pasti adalah ayahnya, baru menyelesaikan pembicaraan dg HP.
tau-tau sang ayah langsung kalap, mengamuk, menendang berkali-kali anaknya yang belum bangkit dari jatuh.
untung ibunya segera datang menghentikan.
nyaris kuomel2i sang ayah, tapi aku hanya menahan diri ..
siapa tahu sial, malah dihajar pria yang lagi kalap itu .. !


kasian sekali dirimu, nak!
apa salahnya bermain-main dg skateboard?
apa salahnya dirimu lalu kehilangan keseimbnagan dan terjatuh?
kasian sekali dirimu memiliki seorang ayah yang sedemikian kasar.


minggu lalu juga...
di tivi disiarkan liputan tentang seorang anak perempuan usia 4 tahun yang selalu disiksa ibunya. sang ibu menikah pada usia yang terlalu muda. saat kejadian, dia baru berusia sekitar 20 tahun, dan telah mempunya 2 anak. yang kecil adalah anak laki-laki berusia sekitar 1 tahun.
setiap inch dari badan anak perempuan tersebut penuh dengan luka-luka akibat pukulan dengan ranting pohon oleh ibu kandungnya sendiri. yang paling mengenaskan, suatu hari sang anak dibanting ibunya ke dinding, akhirnya sang anak yang tak berdosa, meninggal akibat pendarahan di otak.


mudah2an kita tidak bersikap seperti pria yang aku lihat itu atau ibu dlm tayangan tivi itu!
anak-anak kita dilahirkan bukan untuk mendapatkan perlakuan demikian.

PLEASE STOP CHILD ABUSE!


jumat sore di meja makan, sebelum jam makan malam.
Smarty, ponakanku, sedang menggerak2kan sumpit di tangannya.
tanpa sengaja, sumpitnya mengenai sayur di meja.
ada sepotong kecil sayur yang terloncat dari piring.
ayah Smarty langsung menggertak Smarty dengan keras.
bahkan nyaris mau memukul.
di dapur, aku bilang ke ayah Smarty,
"sebenarnya gak perlu menggertak keras begitu.
toh Smarty juga bukan sengaja mau berbuat kenakalan.
kan bisa bilang dg baik-baik."

kata ayah Smarty, "dia harus dididik."
kataku lagi, "mendidik kan tidak harus dg kekerasan.
bisa dibilang dg baik2. Crystal kemaren menumpahkan krim muka,
kena ke bajunya, sandalnya dan lantai kamar.
aku bilang, lain kali lebih hati-hati lagi yah.
karena Crystal memang bukan sengaja mau menumpahkan."


menjadi orang tua memang kadang tidak gampang.
lebih tidak gampang lagi adalah mengendalikan kesabaran dan emosi kita.


anak-anak bukan nakal .. tapi mereka bereksplorasi,
mereka belajar melakukan sendiri hal-hal yg menurut mereka
mereka bisa lakukan sendiri.
memang mereka melakukannya tidak sempurna,
bahkan mungkin malah membuat berantakan atau menimbulkan kekacauan.
mereka hanya anak-anak.
mereka masih dalam proses belajar.
belajar untuk lebih mandiri.


suamiku juga gak terlalu sabar menghadapi anak-anak.
kemaren Angie mau mengambil biskuit,
gak sengaja memecahkan sebuah gelas.
untung anak-anak di rumah selalu bersandal.
saat aku membereskan pecahan gelas tersebut,
Angie sendiri yang bilang berkali-kali,
"aku yang melakukannya. aku yang melakukannya"
aku bilang ke Angie,
"gapapa. lain kali hati-hati yah. gelas bisa pecah.
kalo keinjak atau kepegang,tangan atau kaki bisa berdarah."


wah, kalo suamiku yang dirumah, kali Angie bisa dipukulin pantatnya.
barangkali dia akan bilang,
"harus dipukulin, biar dia ingat, dan lain kali gak melakukannya.
kan berbahaya kalo sampai dia jatuh kepeleset dan kena pecahan beling."


aku pikir, kami harus lebih hati-hati meletakkan barang2 yang bisa membahayakan si kecil.
dan juga gerak-gerik si kecil di rumah, jangan sampai tanpa diawasi.
anak seusia Angie sudah bisa membuka pintu sendiri,
sudah bisa mengambil kursi untuk menjangkau barang-barang yang letaknya lebih tinggi.
jadi gerak-geriknya juga jangan sepenuhnya dibiarkan tanpa pengawasan.


sama halnya seperti baby-walker, yg DIANGGAP BERBAHAYA.
aku tidak pernah anti atau takut menggunakan baby walker.
kedua anakku melewati masa menggunakan baby walker.
anak-anak yang jatuh di tangga dg baby walker, itu semua akibat kelalaian orang dewasa.

tau anak-anak menggunakan baby walker, kenapa rumah sendiri tidak dibuat supaya "AMAN".
dulu aku ingat sekali, kami tinggal di rumah total 4 lantai.
ketika adik bungsuku mulai bisa berjalan. semua tangga oleh orang tuaku ditambahkan pintu kayu.
jadi tidak ada risiko anak jatuh di tangga, ntah karena manjat sendiri atau saat menggunakan baby walker.


sori ,, dari child abuse dah ngelantur ke soal "keamanan" buat si kecil.

Tuesday, July 21, 2009

irresponsible fathers !!!

just saw 3 cases of irresposible fathers in television news lately

case 1 - taiwan
a 30-year-old man, had been unemployed for about 3 years. spending his days drinking, going to internet cafe, and taking care of his daughter. last week, the drunken father, bathed his 4-month daughter. in the middle, he fell asleep, with water still drifting from the tap. the baby was drowned. by the time her grandma found out, the baby had died!


case 2 - china
a father was addicted to online-game. he was playing game in internet cafe, leaving his 4-year-old daughter alone at home. his daughter was burnt to death due to fire accident in their house.


case 3 - china
again an internet-addicted father, bring his 2-year-old kid to internet cafe. while he was playing game, he put and let his son sleep on the cold tile floor below the computer desk. some people reported him and the police took his son away.


case 4 - indonesia (info from teong and cintrong's mommy)
a jealous husband, put his 4 year son right-leg on railway, it hit by the train. his son lost his leg and didn't cry! oh GOD, what kind of father he is !!! (*i was so emotional reading the news in below link!*)

Friday, July 17, 2009

choking ! be aware !

just last week, a 3 yr-old boy in my town, was choked to death when eating a grape.

the boy was the son of the colleague of my sis-in-law's friend.
the mother was panic and didn't know what to do.
she ran and tried to bring her son to doctor. but it was just too late!
up till now, the family don't dare to let the kid's grandma know,
due to the grandma has a heart problem.

please be aware when you kids are having grapes or jelly (see below pictures).
many kids in china die because of choking by jelly.
when my kids are having jelly, i always require them to use spoon, explaining them the risk.


it's very important for us, especially parents, to know the how to do first aid for choking and CPR. brief or train your baby care-giver also.
pengasuh sebaiknya juga dilatih untuk pertolongan pertama ini.







picture source and detail from here.


Wednesday, July 08, 2009

kok gak pakai stroller?



waktu crystal baru lahir, dapat warisan stroller dari Smarty.
hanya dua-tiga kali dibawa keluar jalan2 dg stroller.
yang ada dia terlena karena berasa terayun2... dan tertidur.
padahal mau diajak jalan2 dan main2 di luar.

sejak itu, gak pernah lagi bawa crystal jalan-jalan dg stroller.
langsung gendong aja. dan hal ini keterusan dengan Angie.
selain itu, repot gotong strollernya naik-turun 4 lantai.



stroller akhirnya hanya berfungsi jadi 'ayunan' kala tidur siang saat mereka berumur 3-12 bulan. kalo mereka kebangun-bangun, grandaunt (waktu itu bantu jaga crystal) dan oma, tinggal ayun2/dorong2 dikit, tertidur lagi.

begitu mereka bisa jalan, stroller langsung masuk gudang.

Monday, July 06, 2009

mamanya gak puas

minggu pagi menjelang siang, saya ajak crystal dan angie ke supermarket. beli susu UHT dan cemilan buat mereka.
di jalan ketemu mamanya wen-wen (teman les guzheng-nya crystal).
mama wen-wen bilang gini, "saya mau ganti guru guzheng. saya gak puas dengan guru yang sekarang."
jawabku, "oh! baiklah."
dia bilang, "ngasih tau ke kamu, biar tau aja."
terus basa-basi sebentar. dia mau jemput anaknya di kelas menggambar.
terus kita say goodbye.

selama 3 kali pertemuan, perasaan fine-fine aja. untuk anak seusia crystal (4 tahun) atau wen-wen (5 tahun) saya rasa gak ada yang salah di metode pengajaran Ms. Wang. kali si mama itu mau guru yang lebih super untuk anaknya, yang bisa secara cepat mencetak jagoan guzheng kali yah. entahlah, dia mau menjadikan anaknya seperti apa.

atau barangkali dia tersinggung dengan Ms. Wang. soalnya di pertemuan ketiga kemaren, si mom ngedampingi anaknya, sambil ngomel2in anaknya saat metik suatu lagu, atau saat anaknya lupa. terus Ms. Wang bilang, "tolong para mama duduk agak minggir. biar para siswa dengerin bu guru aja. kalo nggak, mereka bingung mau dengerin siapa."

kali itu yang bikin dia tersinggung. ntahlah.
kalo saya sih gak banyak bacot, hanya mendampingi/membantu bilamana perlu. kalo saya pinter guzheng, sudah pasti saya ajarin sendiri. ya toh? dan lagian, saya maunya crystal have fun di kelas guzheng ini. bukan buat mencetak seniman hebat, apalagi seniman instant.

Saturday, June 27, 2009

bukan mama seperti itu

crystal dah dua kali ikut kelas guzheng.
kelas dengan 1 guru-2 siswa.
siswa satunya lagi namanya Wen-wen.

seminggu kemarin sama sekali tidak membawa crystal ke tempat les untuk latihan karena sakit. sementara, Wenwen tiap hari dibawa mamanya untuk latihan. salut juga dengan mamanya yg bisa meluangkan waktunya. tempat lesnya ini memberi kebebasan untuk datang latihan kapan pun, gratis.

minggu kedua ini aku lihat Wenwen dipukul mamanya saat kelas berlangsung.
aku puji Wenwen, "metiknya sudah bagus lho!"
mamanya bilang, "saya pukul kalo gak bener."

haduh !!!

kami memang beda haluan.
aku bukan mama seperti itu.
aku tidak bermaksud menjadikan crystal seorang juara.
crystal ikut kelas guzheng pun setelah berulang-ulang ditanyain dulu, apa dia tertarik, apa dia suka, apa dia mau. setelah kelas pertama pun, masih ditanya berkali-kali (buat mastiin), apa dia suka dan mau.

crystal diikutkan kelas musik ini dengan tujuan supaya pertumbuhan otak kiri dan kanannya bisa lebih seimbang. itu saja.
eh, ada sih alasan lain .. karena mamanya senang dengar musik guzheng, indah.

tapi yang terpenting dari semuanya, asal crystal happy dan enjoy saat menjalaninya.


tetanggaku depan pintu juga punya pikiran yang sama: yang penting anak happy dan enjoy. tapi anak tetanggaku lebih padat kegiatannya kala weekend: kelas menggambar, kelas biola dan kelas sastra kuno.

weleh.. weleh.. maknya crystal mana punya waktu sebanyak itu nemeni Crystal les ini les itu. di rumah masih ada Angie yang butuh ditemani dan diajak main juga.
lagian .. kasian kalo kebanyakan les.
biarlah crystal main dengan mama dan adik di rumah saja.


sebenarnya crystal masih punya banyak hobby atau kesukaan lain: menggambar, menyanyi dan menari, prakarya, membaca, menulis, dan berhitung.

Tuesday, June 09, 2009

kala anak jatuh / terantuk

masih banyak orang tua, kakek nenek, atau pengasuh punya kebiasaan satu ini, yang sudah turun-temurun .. dan bahkan kadang menganggapnya sebagai hal yang lucu. 

manakala anak jatuh atau kejedot dan nangis, maka demi mendiamkan atau menenangkan si anak, orang tua, kakek nenek atau pengasuh punya kecenderungan pura2 memukul lantai tempat anak jatuh atau memukul benda di mana anak terantuk / kejedot.
kadang disertai kata2 seperti, 
"lantainya jahat .. pukulin aja, bikin adek jatuh." 
"meja ini nakal, bikin adek kejedot .. pukulin aja." 


ternyata gak di indonesia saja, kebiasaan ini juga ada di china. 
semalam, rekan kantor saya malah dg bangga menceritakan hal yang sama tentang putranya. 
mertua saya juga begitu kala mengasuh Smarty.


kira2 5 tahun lalu, saya bilang gini ke mertua: 

"jangan seperti itu caranya. bilang saja ke Smarty, lain kali hati2 dan pelan-pelan, tengok2 kalo jalan. jangan diajarkan mukul lantai atau benda yang terantuk olehnya. disinyalir para ahli psikologi, saat dia bertumbuh, ketika menghadapi kesulitan, bukannya belajar mencari akar permasalahan dan cara memperbaiki atau menghadapi kesulitan, nantinya dia malahan cenderung belajar menyalahkan orang lain atau keadaan, belajar mencari kambing hitam." 

dan sejak saat itu, kedua mertua saya tidak pernah lagi menggunakan metode turun temurun itu kala para krucils jatuh atau kejedot.

katakan saja, "get up my dear, you'll be okay." 
atau usap-usap bagian yang kejedot, terus bilang, 
"here you are .. you're fine now. be more careful next time." 

cyrstal saat kecil, atau angie saat ini, kalo misal jedotan dengan mamanya waktu lagi digendong, biasanya nunjukin bagian yang kejedot sambil manyun, sambil juga tangannya ngusap2 bagian kejedot di muka mamanya, bilang, "usap..usap... " 

note:
* posting ini buat kasus jatuh yang biasa saja, yg ringan2. kalo jatuhnya serius, lebih baik diperiksakan. atau ada perlakuan khusus.
* siapa yang ingin jatuh, kejedot dan kesakitan? tidak ada. maka kala anak jatuh,  jangan dipukul atau dimarahin. 
* untuk menghentikan tangis si kecil, boleh saja dengan mengalihkan perhatiannya ke hal lain (yang positif). jangan berupaya menghentikan tangisnya dengan cara menakut2i: "ada genduruwo .. atau ..  ada polisi/penjahat yang mau menangkap anak yang menangis." setelah tangisnya reda, bisa dijelaskan secara sederhana kenapa dia jatuh, lain kali lebih hati2. jangan bertele-tele, gunakan bahasa yg mudah dimengerti batita. 

Wednesday, May 20, 2009

keep your words, keep your promises

normalnya, setiap orang tua menginginkan anak mereka jujur dan tidak berbohong.
anak belajar dengan mencontoh orang tua dan lingkungannya.
untuk itu mulailah dari diri kita sendiri. jujurlah pada anak-anak kita (disesuaikan dg tingkat pemahaman mereka). peganglah kata-kata dan janji2 kita terhadap mereka. 

kalo merasa gak sanggup menepati, jangan mengumbar janji untuk anak2 kita.
karena seterusnya mereka mungkin jarang akan percaya lagi, mereka juga mungkin akan belajar 'tidak menepati janji' atau 'berbohong.'

saya selalu berusaha menepati kata-kata atau janji saya pada anak. apalagi crystal punya ingatan yang luar biasa tajam. kalo pun saya sampai benar-benar lupa, (*maklum, i'm not a perfect mom*) saya akan memberikan penjelasan yang bisa dia terima dg akal sehatnya. kemudian saya akan menepatinya sesegera mungkin. 

kalo dari awal saya merasa mungkin saya bisa lupa, saya akan bilang ke crystal:
"kalo mama gak sibuk di kantor yah, sayang. kadang-kadang bos besar datang, jadi mama sibuk sepanjang hari. mama akan mengingat-ingat sebisa mungkin untuk melakukannya.
kalo mama sibuk sekali, besoknya saja yah." 

nah, kalo sudah bilang gitu, kalopun bener2 sampai lupa,
dia gak marah. dia bilang, "kalo gitu, besok aja yah, ma?"
nah, besoknya, maknya pantang lupa deh! 

atau kalo dia meminta sesuatu yang memang tidak bisa kita realisasikan, atau kita tidak mau merealisasikan.. berikan penjelasan yang bisa diterima oleh akal sehat mereka. 

misal saja, anak minta dibelikan HP. dan kita merasa usianya belum layak untuk dibelikan HP, maka berikan penjelasan kenapa kita tidak membelikan HP untuknya. gak perlu berbohong dengan mengatakan kita tidak punya uang (padahal kita mampu saja kalo mau membelikan).

crystal senang makan kue tar atau mousse. harga jajanan ini tidak murah. harganya bisa mencapai Rp 20,000 satu porsi kecil. saya bukan tipe yang memanjakan anak secara berlebih. bukan yang kalo anak minta, maka pasti selalu saya penuhi. sekali-sekali saja dibelikan. anak juga harus mulai belajar menekan keinginannya. jangan sampai dia merasa, minta apa saja, pasti diberikan. 

jadi kalo dia minta dibelikan lagi besoknya, saya akan bilang, "itu kan harganya mahal, nak. mama papa mesti kerja buat dapatin uang. jadi gak boleh boros-boros. gak boleh sering-sering makannya. lain kali lagi yah, baru mama belikan." untunglah si sulung adalah anak yang bisa diberi pengertian. 

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * 
some similar article for your reference:
Upon birth, a child loves and trusts his parents implicitly.
As a child grows older, they notice things like whether or not their parent lied to them or broke a promise. Even if the child doesn’t mention it, they still file these facts away and for some, the relationship changes.

Lying is the number one reason that kids don’t trust their parents.
The child can overhear you lying to a neighbor or friend, and the impact could be the same.
Breaking a promise, the same as lying, is another reason children don’t trust.
Keep your word to your child at all costs, but when something unexpected prevents you from keeping a promise, sit down and explain the circumstances to the child.

Being a hypocrite is another reason a child will lose trust in you. Pretending to be someone’s friend, then talking about the person behind his back, embarrassing the child in front of people, or laughing at the child’s ideas are other ways to kill their trust.

When a child has made a mistake, but comes to you and tells the truth, make sure he knows how much you appreciate this, be sure the punishment is much lighter than if he had lied or tried to cover up what he did. Once a child sees that he can come to you with problems, he will be more likely to trust you with his troubles in the future.

As children grow into teens, many parents have a habit of looking through their belongings and room. This is a definite way to get your child not to trust you. The child expects you to trust him. when you search through personal belongings, you’re telling the child that you don’t trust him. Trust is usually a mutual thing, and when one doesn’t trust, often, the other won’t either.

if you want to trust your child, and have him trust you, treat him with respect, keep your word, let him know how much you love him, don’t break your promises, don’t be a hypocrite and take the time to explain to the child if something prohibits you from doing what you promised.  

Monday, May 18, 2009

sambil menyelam minum kopi

salah kaprah
sekarang di china rata2 keluarga hanya punya anak tunggal. jadi udah diperlakukan bak harta-karun paling berharga. orang tua dan kakek nenek cenderung memanjakan, melimpahi segala kasih sayang + material. ada kekawatiran, setiap anak jadi dimanjakan. 

iparku (abangnya suami) mungkin takut diri sendiri terlalu memanjakan dan merusak anaknya kelak. maka dia berusaha 'strict' ke anak. tapi dia kayaknya salah kaprah... kebalikan dari tidak memanjakan anak bukan berarti jadi harus keras ke anak dan dipukulin kalo nakal atau gak nurut atau gak bisa sesuatu. 

anak nakal juga perlu didefinisikan secara jelas. apa latar belakangnya? apa memang benar nakal? nakal menurut orang tua atau kakek nenek? misalnya, anak sengaja menginjak genangan air kotor bekas hujan, dicap nakal (karena repot harus nyuci sepatu/pakaian kotor). padahal mereka mungkin sedang mengeksplorasi hal baru di mata mereka. jangan larang dan "matikan" imaginasi dan kreativitas mereka. 

kalo bukan hendak bepergian ke acara penting, biarkan mereka menginjak genangan air kotor itu, manfaatkan hal itu untuk "bermain-sambil-belajar". ajak diskusi, kenapa bisa ada genangan air kotor? airnya dari mana? tanah beceknya dari mana? bisa sambil diajak "belajar" tentang hujan, air, tanah, dll ... 


sambil menyelam minum kopi
hal simple macam yang aku sebutkan di atas dan di posting 'nanti kamu aku laporkan polisi' ..   seringkali gak kepikiran baik oleh suami, mertua maupun iparku. kedua mertua, gak bisa disalahkan, hasil produk jaman dulu, mereka gak punya akses ke artikel atau buku2 soal parenting, gak punya akses internet/googling. 

kalo ngadepin kasus Smarty, case by case, selain ngasih tau ke kedua ipar, sebenarnya aku jg sekalian ngebuka wawasan suami dan kedua mertua. bukan berarti aku jagoan lho.. anggap aja sambil menyelam minum kopi (sayang minumnya bukan cappuccino), soalnya aku jg ikut belajar. suami, kedua mertua dan mama Smarty pikirannya lebih terbuka dibanding papanya Smarty. papa Smarty suka melarang istrinya mencampuri kalo dia lagi 'mendidik' Smarty. mudah2an dia mau mengerti kalo dikasih tau. dia bilang sih dia akan berusaha mengontrol diri dan lebih sabar. 

gak semua kasus berasal dari ortu Smarty, ada juga yang dari opa-oma (mertuaku). beberapa kasus yang udah pernah kami bahas/koreksi sejak dari Smarty masih belajar jalan: 
* saat belajar jalan, jatuh atau kejeduk, opa dan oma suka mukulin/nyalahin barang yang membuat dia kejeduk (lantai, pintu, meja, lemari, dll.) . diminta gak gitu, takutnya kelak anak belajar menyalahkan orang/benda lain, tanpa melihat apakah dalam diri sendiri ada yg perlu diperbaiki. 
* kalo minum susu, botolnya dipegangi opa .. sampai hampir umur 1 tahun. alasan opa waktu itu, dia masih belum bisa. aku bilang, "gak bisa atau gak diajarin?" ternyata butuh hanya beberapa detik, untuk ngajarin dia pegang sendiri botol susunya. sampai sekarang juga minum gelasnya suka dipegangi opa, sampai aku kudu sering2 ngingatin si opa utk membiarkan Smarty melakukan sendiri. 
* dulu kalo makan, apapun, dicuil kecil-kecil dan dimasukin ke mulutnya oleh opa. sehingga Smarty punya kemampuan motorik tangan yang sangat lemah. kalo mau nyolokin sedotan, buka bungkusan makanan, masih minta tolong ke Crystal. kadang aku masih ngajarin dia cara nyolokin sedotan atau buka bungkusan makanan. makan apel juga si opa masih suka pegangi apelnya. dan juga sering aku tegur si opa. 
* gak bisa pakai sepatu sendiri. 
* gak bisa megang pinsil dengan benar. 
* suka nyuruh-nyuruh orang lain ambilin barang, sandal, sepatu, dll. 
* suka nyuruh orang pakain dia sepatu (padahal udah bisa sendiri). 
* banting barang, melempari Crystal dengan mainan. sudah agak jarang terjadi.  
* menendang, mendorong atau memukul Crystal, ini sudah aku kerasin, biasanya dengan time- out 5 menit. 
* papanya mengatakan Smarty bodoh. mudah2an papanya gak ngulangi lagi.  

skrg yang masih jadi pe-er, belum sepenuhnya terpecahkan: 
* bicara gagap (suka dibentak-bentak papanya..kudu ngingatin papanya jangan bentak2), sudah agak berkurang dikit. papanya jg gak terlalu bentak-bentak lagi. 
* berbohong .. sekarang Smarty suka nuduh kakeknya bohong. kudu pelan2 dikoreksi juga. ortu Smarty, suami dan kedua mertua juga sudah diingatin, jangan mencap anak "pembohong". hindari menggunakan kata ini.  katakan pada mereka untuk mengatakan kenyataan sebenarnya. kasih pengertian ke mereka, bahwa kita gak marah terhadap kenyataan yang dia ungkapkan. misal: belum dan gak mau minum, terus dia bilang sudah minum. berikan dia pengertian dan  kebebasan bertindak: "kalo kamu memang gak mau minum, bilang gak mau minum. kamu gak akan dipaksa minum. airnya sudah dituangi dan ditaroh di meja, nanti kalo kamu sudah mau minum, bisa minum sendiri." aku selalu berhasil thd Smarty dg cara lunak ini. 
* belajar berhitung, dipukul, dijewer atau dibentak papanya kalo gak bisa (papanya sudah dikasih pengertian, mudah2an bisa mengontrol diri)
* sekarang lagi cari metode buat koreksi dia kalo diajarkan sesuatu, gak mau perhatian. di kelasnya,  gurunya lagi ngomong, kepalanya menoleh ke mana2, gak perhatian atau gak fokus.  mau googling dulu aaaah ...  
ada yang punya ide untuk kasus ini?

yg kepikiran, kayaknya dia gak minat.. jadi gak konsen. dan utk bikin dia berminat, metodenya kudu di ubah. tapi kalo di dalam kelas, mana bisa guru nyesuain metode untuk masing2 anak. gurunya cuman satu atau dua, anak didik sekitar 40 orang. mau tak mau, si anak kudu bisa nyerap metode apapun yg digunakan si guru. ya kan ? 

satu lagi, papa mertuaku itu memang sayang sekali dengan Smarty, apalagi cucu pertama dan laki-laki pulak .... !  beliau mencurahkan perhatian dan kasih sayang berlebih. berakibat, ortu Smarty jadi lepas tangan, kurang care ke anak mereka. 

aku (juga mama mertuaku) sering kali ngingatin ke papa mertua untuk membiarkan kedua iparku lebih aktif menangani anak mereka. kasihan Smarty nanti kurang kasih sayang dan perhatian dari ortunya. 
bayangi aja, setiap kali minum air, susu, makan buah, sarapan, makan malam, semua papa mertuaku yang urus, sampai sakit dan minum obat, semua papa mertuaku yang kerjain. kalo mama Smarty selesai duluan makannya, biasanya langsung ngeloyor ke ruang tamu, nonton tipi.   

kata papa mertuaku, "mereka gak bisa."  
aku bilang, "gak bisa karena gak dibiasain. apa susahnya nuangi air minum? apa susahnya ngasih minum obat? kasih tau aja ke mereka kudu kasih minum berapa cc. masak gak bisa nakar .. cangkir takar juga ada. yang kasihan Smarty, sekarang dan kelak, kurang perhatian ortunya sendiri." 
jadi si opa juga punya potensi memanjakan cucu dengan berlebih.

coba teman-teman sekalian.. 
siapa yang gak bisa nakarin obat untuk diminum .. ntah untuk diri sendiri atau untuk anak (buat yg dah punya anak)? padahal udah dikasih tahu dokter, sehari minum berapa kali, berapa banyak. hayo..tunjukkan tangan kalian!  aku yakin 100% gak ada yang gak bisa! 

untung anakku gak ditangani papa mertua sepenuhnya. begitu pulang kerja + weekends, aku  udah kayak induk ayam, kedua anak langsung di bawah kepak sayap maknya sepenuhnya. hehehee! 

untuk Angie dan Crystal, gak ada kasus, botol susu dipegangi opa atau oma. kalo opa kasih buah ke Smarty, kadang sekalian untuk Crystal atau Angie, aku selalu melarang nyuapin mereka  langsung ke mulut. Crystal dan Angie harus dibiarkan megang sendiri. untungnya Angie juga gak pernah mau dipegangi. botol yoghurt dari beling pun pegang sendiri. maknya kudu wanti2, jangan jalan2 sambil bawa botol. kudu minum di meja ruang tamu. 

si opa sering ngomelin aku, "kamu .. apa2 semua biarin mereka lakuin!" kalo diomelin gitu, aku gak banyak cuap. cuek bebeh. masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. gak usah diambil hati. misal kadang biarin mereka main air, biarin Angie berdiri di bangku kecil, 'nemeni' cicinya sikat gigi .. yang penting sambil diawasin aja. 

Thursday, May 14, 2009

nanti kamu aku laporkan polisi

hari senin malam ipar bener2 bikin esmosi. kebetulan suami lagi di rumah. sehabis dinner, iseng2 nyuruh crystal dan smarty performance (nyanyi, nursery rhymes, berpuisi). habis performance, belajar hitung2an. 

satu kekurangan Smarty, gak konsentrasi. kedua mertua lagi nonton tv, Smarty matanya lebih sering jereng ke tivi. 

papanya Smarty lagi internetan. rupanya dia dengar kalo Smarty salah-salah. langsung keluar marah2 ke suami: "papa dan kamu gak usah ngajarin Smarty! kalian bikin otaknya kacau! apa kalian ajarkan dia 8 kayak gini ... dan 6 kayak gini? (lihat di gambar isyarat tangan). jadinya kalo ditanya 2+8, 2+6, dia jawab 4. kalo ngitung: 1,2,3,4,5,7,8...6 dilewatin. kalian gak usah ngajar dia! aku sendiri yang ajar!!! "   


e-eh, dikira kami nyesatin anaknya kali yah. emang gak capek, pulang2 kerja masih ngajari inggris, berhitung, dengarin mereka performance. kalo mau cuek mah suamiku bisa aja tiduran, nonton tv, internetan. aku lagi nyuci piring, langsung emosi-berat teriak ke suami dg oktaf tinggi: "sudah, kamu lain kali gak usah ajarin Smarty. biar papa Smarty ajarin sendiri di rumah!"  

iparku itu aku sudah hapal betul. beberapa contoh:
* ngecap anaknya sendiri bodoh. waktu suruh baca huruf di komputer, Crystal bisa, Smarty gak bisa, dia bilang ke Smarty, "kamu kok bodoh sih. Crystal bisa, kok kamu nggak." 
* kalo ngajar gak sabar, marah2, dan main keplak aja ke anaknya. 
* selain itu, sering ada acara entertainment kantor di luar, kadang aja pulang jam 11-12 atau jam 1 malam. sangat jarang pulang kantor langsung pulang. 
* gengsian.  


waktu Smarty dan papanya sudah pulang, mama mertuaku juga ikutan emosi: "abangmu itu, sendiri gak bisa dan gak sempat ngajarin, anaknya kita ajarin malah omong besar gitu! pakai bentak2in orang lagi!"  

aku bisa aja cuek. tapi, demi pertumbuhan jiwa yg sehat untuk Smarty, aku sms-in mamanya Smarty (yg malam itu gak hadir). minta dia ngingatin suaminya: 
suruh suaminya lebih sabar dan kontrol diri, jangan bilang anak bodoh, gak ada anak bodoh, masing2 anak punya jenis kecerdasan berbeda. suruh memperhatikan perkembangan psikologis dan emosional anak, jangan hanya berpikir baca-tulis-berhitung adalah yang terpenting. perkembangan jiwa anak lebih penting. jangan membandingkan anak sendiri dengan anak lain. tiap anak pertumbuhannya beda2. apalagi antara anak cewek dan anak cowok. kalo ngajarin anak, apalagi masih kecil, jangan bentak2, malah bisa makin gak konsen. kita aja kalo kena bentak2 bos (apalagi bos yg berkumis), bisa panik/sutris. suruh suaminya baca buku parenting dan psikologi anak yang dia beli itu. 

terus tetap gerah nih ... papanya Smarty juga aku kirimi sms isinya kurang lebih sama. terserah deh dia kalo mau cap aku bawel atau kepoh. 

kata mamanya Smarty, malam itu, dalam perjalanan pulang, sepanjang jalan Smarty dicekoki berhitung. sampai di rumah, kedua2nya tampangnya udah rusuh. habis itu, masih terus berhitung. Smarty baru boleh tidur jam 11 malam! 

esok paginya, dalam perjalanan ke rumah kami .. dicekoki lagi berhitung! pas aku mau ngantor, ngelihat Smarty matanya merah, aku sapa: "selamat pagi, Smarty. lho..kenapa kok mau nangis?"
papa mertua langsung nyeletuk, "dalam perjalanan, dicekoki berhitung. gak bisa, langsung kena jewer."

saking emosi, aku tuh sampai pengen sms papanya Smarty, bilang: "kalo kamu kayak gitu terus dalam memperlakukan anak, nanti kamu aku laporkan polisi!"
 
aku juga ngomong ke suami, buat ngomong baik2 dan ajak curhat-curhatan sama abangnya soal cara didik anak yang baik. bukannya kami jago lho .. sama2 belajarlah, tapi kami gak model abangnya ini gak bisa ngontrol diri.  kata suami malah suruh aku yang 'didik' abangnya. halah...! aku cuman berusaha sebisaku. selain sms, aku juga sering nasihatin langsung, cueklah kalo mau dianggap kepoh ama doi. demi baik  anaknya juga.

Tuesday, May 12, 2009

buat yg bakal punya bayi kedua

mau share sedikit pengalaman parenting. mudah2an bermanfaat. khususnya buat yang bakal punya anak kedua dan seterusnya.

posting ini berlatar dari cerita2 menyeramkan waktu aku masih di jambi saat melahirkan putri kedua (Angie). dari cerita mamaku dan adik iparku. 

* ada anak yang mau gendong adik bayinya, alas tidur adiknya ditarik. akibatnya adik bayinya jatuh dari tempat tidur dan patah tulang lehernya, gak lama kemudian meninggal.
* ipar saya adalah keluarga dengan banyak anak. waktu kecil, dia dan kakaknya loncat2 di tempat tidur. sementara adik bayi mereka juga berbaring di tempat tidur. tau2 tempat tidurnya patah, dan adiknya yang bayi meninggal karena kaget (empedunya pecah)
* adik kedua papa saya waktu kecil memberikan cincin plastik ke adik bungsu papa saya yg masih bayi. cincin itu ketelan. ditemukan oleh nenekku di dalam pup paman bungsuku. untung tidak tersedak, yg bisa membahayakan nyawa si bayi. 

begitu aku membawa Angie balik ke china, ada beberapa hal yang aku selalu ingatkan Crystal (waktu itu 2.5 tahun) dan ponakanku, Smarty (waktu itu sekitar 3 thn 4 bulan):
* adik masih bayi, belom ngerti, belom punya gigi, masih ompong. jadi belum bisa makan makanan yang keras dan kecil seperti permen, kacang, apel, dll. jadi Crystal gak usah ngasih makan apapun ke adik. adik cuman bisa minum susu dan minum air. jadi ingat2. kalo adik lapar, nanti mama saja yang nyusuin. 

* kalo kalian lihat tangan adik pegang barang2 yang kecil-kecil, cepat2 ambil dari tangannya. kalo nggak nanti adik masukkan ke mulut, bisa tersedak dan gak bisa bernapas. bahaya sekali. atau laporkan ke mama, nenek, kakek. jadi bisa cepat2 diambil dari tangan atau mulutnya kalo sudah masuk ke mulut.  

* kalian masih anak kecil, belum kuat. jadi gak usah gendong adik. yang ada nanti kalian jatuh, adik juga jatuh. nanti kalian benjol2, adik juga benjol2 ... bahkan adik bisa patah tulang. karena adik masih bayi, tulang-tulangnya belum kuat. kalo kakak mau gendong, nanti mama dudukan di pangkuan saat kalian di tempat tidur. 

* sebelum adiknya lahir, suka ajarin Crystal kalo selimutin boneka dan diri sendiri, cukup sampai batas leher. kalo gak, nanti gak bisa bernapas. suka ingatin Crystal untuk perhatikan adik, kalo ada sesuatu yang nutupin muka adik, misal selimut atau bantal, harus cepat2 disingkirkan. kalo nggak nanti adik gak bisa bernapas. 

* kalo adik lagi di tempat tidur, kalian boleh naik ke tempat tidur, lihatin adik. tapi jangan lompat-lompat atau main2 di tempat tidur. kalo mau main2 atau lompat2 di tempat tidur, kasih tau mama dulu, biar mama gendong dulu adik, jadi kalian bisa main2 dan lompat2. 

* waktu Angie sudah mulai bisa jalan, suka wanti2 Crystal dan Smarty jangan sampai membiarkan Angie berkeliaran bawa pinsil warna mereka. 

* adik baru bisa jalan, masih gampang jatuh, keseimbangannya masih belum bagus. jadi kalo lihat pintu kamar mandi terbuka, harus ingat buat ditutup. soalnya kamar mandi licin, kalian saja yang sudah pintar sekali jalan, lari, loncat2 .. bisa terpeleset apalagi adik yang baru bisa jalan. terus di kamar mandi ada baskom isi air, takut adik kecemplung ke dalam dan gak bisa napas. kalian saja belum bisa berenang, apalagi adik yang jalan saja belum pandai.

soalnya aku berangkat dan pulang kerja jam 7.30 - 18.00. pagi-siang-sore sih crystal dan smarty kudu ke TK. di antara 7.30-8.30 dan 16.00-18.00, adalah waktu di mana ketiga anak bisa bersama-sama. jadi hal-hal yang berkaitan dg safety juga kudu diperhatikan. lebih baik mengingatkan, walaupun masih kecil, mereka juga bisa mengerti kalo diberi pengertian.

hasilnya: 
* crystal dan smarty gak pernah memberikan makanan ke adiknya saat masih bayi banget. ketika adiknya mulai besar dan punya gigi, dia nanya ke mama dulu, "ini boleh dikasih makan ke adik gak?" 
* crystal dan smarty gak pernah berusaha sendiri menggendong angie kala masih bayi. selalu minta ke mama kalo lagi pengen gendong adiknya (hanya didudukan di pangkuannya).
* kalo adiknya jalan2 bawa pinsil, langsung diambilnya. crystal lebih perhatian dalam hal ini dibanding Smarty. 
* kalo tangan adiknya mainin barang kecil dan ada tanda2 dimasukkan ke mulut, langsung diambilnya atau langsung dilaporkan ke mama. idem, cyrstal lebih perhatian dibanding Smarty. 
* yg kamar mandi...jarang diingatkan ke mereka, jadi mereka juga suka gak perhatian. tapi at least crystal dan smarty hampir selalu menutup pintu kamar mandi sehabis pipis. (hari ini mau mengingatkan lagi ah ...) 

ada yang mau nambahin?
semoga sharing ini bermanfaat yah! 


tambahan setelah comment dari eny.
* ingatkan (para) kakak bahwa saat adiknya lahir, mama akan lebih banyak gendong adiknya. karena belum bisa ngapa2in. jelaskan bahwa mereka dulu juga sama, saat lahir belom bisa apa2, jadi selalu digendong dan disayang terus oleh mama, nenen dari mama, .. dll. bahwa dia dan adik barunya akan sama-sama disayang karena sama2 anak mama dan papa. mereka adalah saudara yang paling dekat di dunia ini. kalo saya, plus selalu nunjuki foto-foto crystal kala kecil. foto dia nyusu, foto dia digendong, dll. 

Thursday, April 30, 2009

loncat dari jendela

dua hari yang lalu papa dan mama mertuaku cerita .. 

Smarty pulang dari TK sempat ngobrol2 sama opa.
terus kira2 dia bilang gini: 
kalo papa marah-marah terus ke aku, 
nanti aku loncat keluar dari jendela! 

Masya-Allah!!!! 
ini anak baru umur 4 tahun 8 bulan, kok bisa berbicara begitu? 
dari siapakah atau dari manakah dia mendapat ide seperti ini? 
aku agak shock juga mendengarnya!!! 
opa dan oma pun agak ketakutan juga mendengar dia berucap seperti itu. 

soalnya di china kan rata2 tinggal di apartemen.
kami di lantai 4.
papa mama Smarty tinggal di lantai 6.
gimana coba kalo si anak sampai meloncat dari jendela!!! 


Papa Smarty memang bermasalah dalam hal mendidik anak.
metode dia selalu sama, 'marah-marah, membentak kadang memukul' terhadap apa saja yang diucapkan atau dilakukan Smarty, yang menurut dia gak bener. pernah satu kali dia memukul kepala Smarty dengan telapak tangannya. bikin esmoni!!!

dia sepertinya kurang mengerti bahwa anak-anak sebenarnya bukan sengaja melakukan suatu, hal yang menurut kita orang dewasa, 'gak bener'.  bisa saja karena mereka memang belum mengerti. 


kala Smarty berbicara dengan agak gagap, langsung kena bentak. padahal dia sendiri bicara adakala juga gagap (mungkin Smarty mencontoh papanya). 

kala Smarty belom bisa memegang pinsilnya dengan benar, langsung kena bentak. padahal papanya aja yg gak bisa memberitahu dengan efektif. buktinya, setelah aku ngasih tau, gak sampai 5 menit, Smarty udah bisa memegang pinsilnya dengan benar.

kala Smarty mulai malas menulis angka, langsung kena bentak.

kala Smarty mulai "berbohong", langsung kena bentak. sebenarnya karena Smarty sedang gak ingin minum air putih pagi ini. 

masih banyak lagi.


tiap kali aku mencoba mengingatkan papanya Smarty, selalu dengan menggunakan jurus: 
"dari search di internet ... bilangnya kalo anak gagap dalam berbicara, jangan malah dibentak... kudu ...bla..bla..bla..."
"di internet dikatakan, kala anak berdusta, cara kita menyikapi  bla..bla..bla.." 

Monday, April 13, 2009

children learn.. (tri-lingual)

With what is your child living?

你的孩子是在何种环境下成长的?

Bagaimanakah anak Anda dibesarkan? 


Children Learn What They Live

Copyright � 1993 by Dorothy Law Nolte, Ph.D.

If children live with criticism, they learn to condemn.

If children live with hostility, they learn to fight.

If children live with fear, they learn to be apprehensive.

If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.

If children live with ridicule, they learn to be shy.

If children live with jealousy, they learn what envy is.

If children live with shame, they learn to feel guilty.


If children live with tolerance, they learn to be patient.

If children live with encouragement, they learn to be confident.

If children live with praise, they learn to appreciate.

If children live with approval, they learn to like themselves.

If children live with acceptance, they learn to find love in the world.

If children live with recognition, they learn to have a goal.

If children live with sharing, they learn to be generous.

If children live with honesty and fairness, they learn what truth and justice are.

If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those around them.

If children live with friendliness, they learn that the world is a nice place in which to live.

If children live with serenity, they learn to have peace of mind.




孩子從成長的環境中學習

在指責中成長的孩子,容易怨天尤人。

在敵意中成長的孩子,學會好勇鬥狠。

在恐懼中成長的孩子,容易畏首畏尾。

在憐憫中成長的孩子,學會自怨自艾。

在嘲弄中成長的孩子,容易消極退縮。

在嫉妒中成長的孩子,學會勾心鬥角。

在羞辱中長大的孩子,容易自責難安。


在鼓勵中成長的孩子,充滿自信。

在寬容中成長的孩子,學會忍耐。

在讚美中成長的孩子,懂得感恩。

在接納中成長的孩子,學會愛人愛己。

在稱許中成長的孩子,容易喜歡自己。

在認同中成長的孩子,容易掌握目標。

在分享中成長的孩子,慷慨大方。

在誠信中成長的孩子,學會真誠處世。

在公平中成長的孩子,懂得剛直正義。

在善良體貼中成長的孩子,學會心存敬意。

在安全中成長的孩子,對自己與身邊的人充滿信任。

在友善之中成長的孩子,自覺身處於美好的世界。

在平靜之中成長的孩子,可以具備和平的心志。


Anak belajar dari kehidupan 

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah 

Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri 

Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian 

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah


Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai

Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan

Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan

Jika anak dibesarkan dengan jujur dan adil, ia belajar kebenaran dan keadilan 

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, 

ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

Friday, August 22, 2008

Toy and Box

While a student, i liked to use other used-things to make birthday cards, wrap a present, or made some small decoration for my room.
As a mom, now I like to use bottles, medicine boxes, cake boxes, etc. for playing and having fun with my daughters.




Below are short and (I think) useful reading, from the book "Brain Child: how smart parents make a smart kids" written by Tony Buzan (author of "mind maps for kids") .
Expensive Toy and Cardboard Box
Another manifestation of child's limitless creative abilities, and of our adult trained-away-from-the-child-thinking occurs regularly at present-giving times.

Parents / relatives often go to extreme trouble (not to mention expense) to find latest new toy that has bright colors and a number of working parts. What causes adult confusion is the fact that the child will, with all his senses, devour the toy in a few minutes, and then discard it. For the next hour, day and often week, the child will then play with the box.

The beautifully colored toy often has a rigid structure, only a few working parts, and often only one or two functions or uses. It may be battery-operated and just be for looking at.


What about the box?
For a child's creative imagination: it could be a boat, a car, a spaceship, the entrance to a giant cave, a sled, a hideaway, a house, and so on ..
Each one of possibilities opening up the possibilities for infinite adventures of the imagination.

Provide your child with toys that stimulate, expand and encourage the development of his imagination, rather than toys that bore or restrict. Look around your home for playthings – there's no need to spend a lot of money on toys. Used yoghurt pots, egg cartons, washing-up bottles, measuring jugs, and a plethora of other kitchen items can be used in the child imaginative play.

There is no need to provide suggestions, just provide the raw materials and let the child use his imagination. ***



Crystal and Smarty use our television box as their house, they put stools and sit in it. another time, they use the box as their train and go to Beijing, Nanjing, everywhere else. last year, Crystal and Smarty played with birthday cake cardboard. they sat inside the boxes and said they were taking bath in a washing basin. another time, Crystal put the cake box on her shoulder and walked around the house saying that she was delivering goods.

below was a bus i made for Crystal from cough medicine box, which she liked it very much. i made this because she was fighting with Smarty over a bus toy.

i pretty much agree that we dont have to always spend money buying toys. our kids could also be very happy to play with things inside the house, by their imagination, those things become other things.

a door grip becomes water dispenser; a bicycle basket becomes a microwave; a sand digger becomes a giant-spoon for eating; etc.

Monday, July 16, 2007

keramas model baru

biasanya Crystal kalo dikeramasin sambil digendong dan dibaringkan di paha. kalo sama gua, sering diajak ngobrol sesuatu, jadi dia gak terlalu protes. tapi kalo pas digendongi oma, udah deh, protes-protes dan nangis2, kadang sambil jerit2, soalnya menurut gua emang gak enak sih digendong gitu. apalagi oma biasanya gerakannya kasar.

sekitar 2 bulan lalu, gua nemu cara lain buat keramasin dia. dibiarin duduk, terus rambutnya dibasahin dengan handuk kecil. setelah itu, dishampoin, terus kulit kepalanya digosok-gosok sambil dipijatin. nah, kalo gitu, dia gak protes. tentu saja sambil diajak ngobrol, biar gak kepikiran. pertama ngelakuin juga dia sambil pup di atas kloset.
setelah itu, dilap berkali-kali dengan handuk basah.
yang suka bikin dia protes kalo ada air netes ke mata atau mulutnya.

di sini gak nemu "topi keramas" yang bisa mencegah air kena ke muka.
setelah agak bersih, baru digendong dan dibaringkan di paha, terus rambutnya diguyur lagi pakai air sampai bersih.
omanya yang cuman ngelihat proses awalnya, saat dia dikeramas sambil duduk, bilang cara keramas gua gak bersih. biasalah .. oma-oma. sering merasa caranya yang paling jitu.


nah, jumat baru lalu nemu cara lain lagi buat keramasin dia.
masih sama, awalnya sambil duduk, rambutnya dibasahin pakai handuk, dishampoin, digosok2 dan dipijat2, terus dilap dengan handuk setengah basah, sampai udah agak bersihan dikit.
setelah itu, baskom berisi air ditaroh di depan bangkunya. Crystal akan membungkuk ke depan dan mencelupkan sendiri kepalanya ke dalam baskom, dengan posisi kepala lebih rendah dari badan. terus rambutnya dibilas. setelah itu, gua suruh angkat kepala sambil rambutnya dilap dengan handuk, supaya air gak menetes ke wajahnya. ganti air. bilas lagi dengan cara sama, sampai bersih, 3 kali kayaknya sih dah cukup.

eh, dia yang ketagihan, tiap gua suruh angkat kepala dan ngelap rambut dan mukanya, dia langsung nyambung, "ganti air .. ganti air."


cara ini nemunya juga gak sengaja, tadinya udah siap2 mau digendong dan dipangku buat bilas, tau-tau, dia mencelupkan sendiri kepalanya ke dalam baskom berisi air.
malah sekarang kalo mandi, kadang dia mau mencelupkan kepalanya ke dalam air.

Sunday, August 13, 2006

after lunch, Smarty's mom and dad were lying on the living room floor, sleepy. it's quite a hot summer day!

Crystal and I were winding around living room, bedrooms .. here and there. Smarty was following us everywhere we went. Until then Smarty grabbed an empty plastic chocolate bottle from Crystal's, actually he had one in his hands, coz i gave one each to both of them. of course Crystal wouldnt let him do it. so they were vying for it. i released Crystal's hand coz i knew it would hurt her hand!

after having the bottle, Smarty hit it to Crystal's head, and i quickly covered Crystal's head with my hand (we're sitting on the floor). my sis-in-law said, " Smarty, do not beat mei-mei." (mei-mei = little sister)

Smarty grabbed another toy also hit to Crystal's head, my hand still covered her head. then i carried Crystal, stood up. Smarty took another toy, throwing towards us. when he failed, he spat! oh boy.... ! and during that moment, my in-laws including my father-in-law just watching it and said nothing about it! they really had over spoiled the boy!

i went to bedroom where my mom-in-laws and husband were taking nap. Smarty's following us, and still throwing things to us. i went out. he's following again. at that time, his hand was holding other thing, i said to him, "if you dare throw it to me, i will spank you 3 times." he hesitated for a while, then threw it low to my leg. i spanked him 3 times, not so hard, in front of my in-laws. he spat. and i said, "if you spit again, i will spank you 3 more times." and he spat! and his parents again said nothing!

i went to bedroom and closed the door. he was crying and howling in the living room, wanted to follow us. since he was angry, throwing things in the living room, his grandpa asked him to beat his dad. and his dad said, "beat me Smarty, beat me. even you beat me to death, i will not beat you." oh boy ...!!!!

after 5 minutes, he didnt stop, i went out again with Crystal and he stopped crying. but then he started kicking his mom's legs. his mom just let him do it without saying anything and his grandpa was laughing on it.

how a kid behaves, depends on how the adults treat him, especially parents and or grandparents. here in china, mostly grandparents take care of kid while the parents go to work. so often a kid is spoiled by his/her grandparents.

in my opinion, if a kid is over naughty, sometimes you have to spank him, otherwise he will be out of control, especially after he grows up. and when either of you spank your kid, the other shouldn't laugh or stand on his side.

Crytal always played with the electric fan, turn it on, turn it off, turn it on..off.. once Lin beat her hand hard and she cried. after that, she almost never played with electric fan anymore.

just last week, when we were in the train, Echo (my colleague) couldn't sleep during the journey, got annoyed by a 3-year-old boy; i said to her the next day, "i never feel annoyed by any kid". this time i really feel annoyed. but i think mostly not bcoz of Smarty, but bcoz of his parents and grandpa.