Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Thursday, May 13, 2010

good news: mengobati kanker !

setelah check up, ditemukan ada tumor di hidung mamaku. diduga sudah belasan tahun. oleh RS Kanker Dharmais divonis tumor jenis ganas. kita diuber2 untuk segera melakukan biopsi atau pembedahan.

sementara kami sering mendengar kasus bahwa pembedahan juga bisa saja berbahaya, menyebabkan cel kanker menyebar.

kita mencari alternatif sana sini. ada saudara yang berobat di Sun Yat Sen University Cancer Center di Guangzhou (China) ; juga dari diet nutrisi dan sembuh. makanya sempat rencana mau bawa mamaku ke Guangzhou awal mei ini.

namun ada kabar baik lain, di jakarta juga ada dokter yg 'sudah bisa' menyembuhkan kanker. saking ramainya pasienr, mamaku antri ambil nomor dari jam 3 subuh!
setelah ngobrol dg para pasien, diketahui ada beberapa pasien kanker payudara sembuh karena berobat pada beliau ini.

dokter Paulus (nama dokter ini), memeriksa pasiennya dg menggunakan garputala. menurut kami dia mendeteksi dari aura atau prana pasien, dari gelombang yg dipancarkan tubuh pasien.

sekali berobat dengan resep herbal (jamu) 40 hari, biayanya gak 'mahal'. mamaku hanya mengeluarkan biaya sekitar 870,000 rupiah. setelah 40 hari obatnya habis, akan periksa ulang lagi. berhubung ini baru pengobatan pertama, saya gak bisa bercerita lebih jauh.
syarat lain, mamaku kudu diet daging dan produk susu yang katanya merupaka sumber makanan yg menghidupkan sel kanker.

yang jelas, mamaku yg sempat down, jadi semangat dan antusias lagi.

dokter Paulus namanya. dokter ini juga ahli lepra, yg konon jaman dahulu, penyakit ini tidak bisa disembuhkan. dan orang2 berpenyakit lepra akan dikucilkan dari masyarakat.


ini detailnya;
siapa tau ada sodara / kenalan dari rekan2 yg membutuhkan
dr. Paulus W. Halim
Med. Chir. (Padua - Italy)
Ahli Bedah (Padua - Italy)
Ahli Lepra (Addis Ababa - Ethiopia)

jl. SUPLIR BLOK F1 / 13
SEKTOR I.5
BUMI SERPONG DAMAI
telpon: 5380 639


mama atau koko saya yg menemani mama, tidak menanyakan .. namun kami menduga, herbal yang dokter Paulus resepkan mungkin dari tanaman kladitikus asal papua, yg katanya bisa untuk mengobati kanker.

Monday, July 20, 2009

data ledakan bom di indonesia (2000-2009)

Ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jaksel, Jumat (17/7/2009), makin memperpanjang daftar ledakan bom di Indonesia. Berikut data ledakan bom dan lokasi ledakan di Indonesia sejak 2000-2009:

1 Agustus 2000 (1) --- Kedubes Filipina, Menteng. 2 orang tewas, 21 luka-luka.

13 September 2000 (2) --- lantai parkir Bursa Efek Jakarta

24 Desember 2000 (3) --- malam Natal di Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Mataram, Pematangsiantar, Medan, Batam, dan Pekanbaru.

22 Juli 2001 (4) --- Gereja St. Anna dan Gereja HKBP di Kawasan Kalimalang, Jaktim. 5 orang tewas

31 Juli 2001 (5) --- Gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega, Jl.Gajah Mada 114-118, Semarang.

23 September 2001 (6) --- Plaza Atrium Senen, Jakpus. Ledakan tersebut merusak beberapa mobil di pelataran parkir lantai 2.

6 November 2001 (7) --- halaman Australian International School, Pejaten, Jaksel.

12 Oktober 2001 (8) --- restoran KFC, Makassar.

12 Oktober 2002 (9) --- Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jl. Legian, Kuta, Bali. 2 bom meledak dalam waktu yang hampir bersamaan yaitu pukul 23.05 Wita. Lebih dari 200 orang tewas, 200 lebih lainnya luka berat maupun ringan. Pada pukul 23.15 Wita, bom meledak di Renon, berdekatan dengan kantor Konsulat Amerika Serikat. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

3 Februari 2003 (10) --- lobi wisama bayangkari, Mabes Polri, Jakarta

27 April 2003 (11) --- bandara Soekarno Hatta. 2 orang luka berat.

5 Agustus 2003 (12) --- Hotel JW Marriot Mega Kuningan. 14 orang tewas.

10 Januari 2004 (13) --- Palopo, Sulawesi. 4 orang tewas.

9 September 2004 (14) --- ledakan dasyat di Kedubes Australia. Gedung-gedung pencakar langit di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, yang berada di dekat Kedubes Australia juga hancur. 6 orang tewas.

12 Desember 2004 (15) --- Gereja Immanuel, Kota Palu.

28 Mei 2005 (16) --- Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. 22 orang tewas.

8 Juni 3005 (17) --- halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Jibril di Pamulang Barat.

1 Oktober 2005 (18) --- Kuta Bali. 22 orang tewas.

31 Desember 2005 (19) --- pasar di Palu, Sulawesi Tengah.

10 Maret 2006 (20) --- rumah penjaga Kompleks Pura Agung Setana Narayana di Desa Toini, Poso.

22 Maret 2006 (21) --- sekitar pukul 19.00 WITA, di pos kamling di Dusun Landangan, Desa Toini, Kec. Poso Pesisir.

1 Juli 2006 (22) --- Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Eklesia Jalan Pulau Seram, Poso, sekitar pukul 22.15 Wita, terdengar dalam radius 3 km. tidak ada korban jiwa maupun kerusakan materiil.

3 Agustus 2006 (23) --- sekitar pukul 20.00 WITA, di Stadion Kasintuwu yang terletak tepat di samping RSU Poso.

18 Agustus 2006 (24) --- Poso

06 September 2006 (25) --- Tangkura, Poso Pesisir Selatan.

17 Juli 2009 (26) --- Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot. 9 korban tewas.

Wednesday, June 03, 2009

KAMPANYE EMAIL PADA RS OMNI INTERNATIONAL

KAMPANYE EMAIL PADA RS OMNI INTERNATIONAL


Enda NasutionPosted by Enda Nasution 
11:52am



Mari masing-masing kita melakukan sesuatu secara nyata sebagai bentuk dukungan kita pada Prita Mulyasari. 
Teman-teman jurnalis, media dan pengacara yang bersimpati sudah melakukan tindakan di bidang mereka masing-masing. 

Apa yang bisa kita lakukan? 

Mari mulai dengan KAMPANYE EMAIL ini. Bagaimana caranya? 
1. Copy-paste email di bawah 
2. Bubuhkan nama Anda sebagai pengirim 
3. Kirimkan ke alamat 
info@omnihealthcare.co.id dan info@omni-hospitals.com cc kan ke pengacaranya Risma Situmorang, Heribertus & Partners dirhnp@cbn.net.id 
4. Jika ingin lebih Anda bisa menyalurkan keluhan ini juga lewat telepon +622153125555 atau print dan fax +622153128666 
5. Redaksional email dapat diubah, sesuai dengan keingingan Anda (jangan gunakan kata kasar/sara tentunya) 
6. Tolong sebarkan KAMPANYE EMAIL ini melalui milis/forum atau email ke teman-teman Anda yang lain, ajak untuk mengirimkan email juga. 

Semoga aksi nyata dan bentuk dukungan ini bisa efektif dan memberi dampak nyata pada kebebasan Prita Mulyasari secepatnya! 

Ayo emailkan sekarang juga! 



= = = = = = = email untuk di copy-paste = = = = = = = = = 
to: 
info@omnihealthcare.co.id info@omni-hospitals.com 
cc: 
rhnp@cbn.net.id 

Yth. 
Management RS OMNI International dan Pengacaranya 
Tanggerang 

Dengan hormat, 

Berkenaan dengan kasus hukum Prita Mulyasari salah satu mantan pasien RS OMNI International tangerang dan pemberitaan yang kami baca melalui Internet dan media massa maka kami berpendapat bahwa tindakan dari Management RS OMNI International sangatlah BERLEBIHAN dan TIDAK PERLU. 

Surat Pembaca dan Email Pribadi Prita Mulyasari yang dia tulis adalah ungkapan kekecewaan terhadap pelayanan yang RS OMNI International tangerang berikan. 

Bukannya menanggapi keluhan pelanggan tersebut dengan baik dan menyelesaikan masalahnya, RS OMNI International tangerang malah melakukan tuntutan hukum PERDATA dan PIDANA dan dalam proses melakukan KRIMINALISASI pada pasien Anda sendiri. 

Keluhan pelanggan/pasien yang mana hak-nya dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. 

Karena sebab diatas maka kami menuntut agar RS OMNI International tangerang agar: 

- Menghentikan segera semua upaya tuntutan hukum Perdata maupun Pidana pada Prita Mulyasari 

- Dalam kasus Perdata, karena terlanjur diputuskan: tidak melakukan banding dan tidak melakukan eksekusi hukumnan 

- Dalam kasus Pidana, karena sudah terlanjur masuk persidangan, memberikan support pada Prita Mulyasari dan memberikan kesaksian yang meringankan 

- Memberikan layanan yang terbaik, sesuai hukum dan kode etik pelayanan kesehatan bagi para pasiennya 

- Tidak lagi mengkriminalisasi pasien-pasien dan pelanggan RS Omni International tangerang 

Ini adalah suara publik dan pelanggan yang kami yakin akan Anda dengarkan dan pertimbangkan dengan serius dan masak-masak. 

Mohon agar kasus ini dapat diselesaikan dengan segera dan tidak berlarut-larut. 


Hormat saya, 


[Nama pengirim] 
[Alamat/Lokasi] 
[Tanggal] 

= = = = = = = = = = email untuk di copy-paste = = = = = = = = =

bebaskan Prita Mulyasari !!!


RS Omni keterlaluan sekali !!! sampai empet baca surat keluhan dari Prita tentang perlakuan RS Omni.

Prita sudah mendekam di penjara selama 20 hari. 
persidangan pertama baru akan dimulai pada tgl 4-Juni.  
sang ibu memiliki 2 batita berusia 3 tahun dan 1 tahun. kasian bener ... prihatin !

proses peradilan di negeri kita memang cacat dari dulu ! 

bebaskan Prita !!!

saya copy saja surat complaint Prita thd RS Omni di bawah ini. 
atau link surat yang ditulis Prita ada di sini (surat pembaca detik.com) 


Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif 
Prita Mulyasari - suaraPembaca



/ist.
Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan. 

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah. 

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien. 

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal. 

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul. 

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali. 

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja. 

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan. 

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri. 

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan. 

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif. 

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000. 

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis. 

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya. 

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan. 

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore. 

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista. 

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.  Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas. 

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut. 

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah. 

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang. 

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum. 

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami. 

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni. 

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap. 

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik. 

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini. 

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain. 

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan. 

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan. 

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini. 

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini. 

Salam, 
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

(msh/msh) 

Wednesday, May 27, 2009

bahasa tiociu-indonesia

saya punya customer di chao-an..salah satu distrik di propinsi guangdong (canton). chao-an berada di antara TIOCIU dan SHUATAO. jadi mereka sehari-hari berbahasa tio-ciu, which is my mother-tongue. berasa di rumah jadinya!

tapi ... lidah saya kelu juga ... saya malah lebih bisa berkomunikasi dg customer saya itu dengan bahasa mandarin! ternyata bahasa tiociu di china agak beda sedikit dg tiociu-indonesia. tiociu-indonesia telah banyak menggunakan kata serapan dari bahasa indonesia. 

dan ternyata banyak kosa kata di dunia kerja yang saya gak tau bahasa tiociu-nya, misal: VAT invoice, marketing, B/L, fax, kualitas, produksi, dll.

saya ke TIOCIU bersama ortu saya di tahun 2004. saat menanyakan harga barang, bahasanya berbeda dengan kala menanyakan harga barang di jambi dlm bhs tiociu.

di jambi, kita menyebut uang dengan LUI
di TIOCIU, uang itu disebut dengan CI.

LUI adalah serapan dari bahasa indonesia, duit. orang china-totok jadul, kurang bisa melafalkan kata-kata dalam bahasa indonesia, jadi bunyi duit, berubah menjadi LUI.

nenek saya, kurang bisa berbahasa indonesia, jadi kalo nanya harga barang, dia bisa bilang gini: "belapa luit?" atau "belapa lu-phioh?" (rupiah, maksudnya).  
waktu kecil, kami suka ketawa kalo mendengar nenek kami mulai menanyakan harga barang. 
kami suka bilang, "nenek mau makan he-phioh?" (insang ikan) 

banyak serapan dari bahasa indonesia, yang dipakai dalam percakapan sehari2 kami dengan bahasa tiociu, dan tidak akan ditemukan dalam bahasa tiociu asli. malah saya tidak atau kurang tahu bahasa tiociu aslinya itu piye. bedanya hanya di intonasi pengucapannya saja. misalnya:

* atau 
* tapi 
* ini
* itu 
* kan 
* juga
* bo-teng bo-tu / tak-teng tak-tu ... (dari kata tak-tentu)
* kacang (aslinya ti-tao, tapi kami selalu menggunakan kata 'kacang')
* roti (untuk roti dan biskuit) 
* kue (untuk cake dan kue kering) 
* kilo (untuk kg) 
* tolong 

catatan:
* saya menemukan bahwa kata LUI (artinya: duit) ternyata juga telah dikenal di kalangan pengguna tio-ciu asli di china, karena banyaknya orang indonesia yang datang ke china, ntah sekedar jalan2, berbisnis, atau punya kerabat di china.
* saya jadi keingat lagi satu istilah tiociu: ka-ki-nang (sesama orang tiociu), atau orang jambi bilang 'wong-kito-galo' (sesama orang jambi).  waktu saya ke customer, saya dianggap ka-ki-nang, jadi urusan lebih gampang, bosnya juga jadi lebih bersahabat. 
* bahasa mandarin biasanya dg 4 macam intonasi, kalo bahasa tiociu ada 8 intonasi

Tuesday, March 31, 2009

recommended blog: Senyum Dunia


blog Senyum Dunia .. 
kisah anak muda Banjar bernama Rei (Andrei Budiman) yang jalan2 ke eropa ala backpacker.  

sarat kisah2 humanis (walau baru baca sebagian). disarankan baca secara runut dari awal. berhubung si empunya blog gak pasang "archive" .. kalo mau baca dari awal, klik di sini untuk posting pertamanya. 

di posting awalnya, Rei menulis gini: 
Eropa gue datang bukan karena saya si sombong yang banyak uang, hanya pria biasa dari kampung biasa yang ingin mengenal dunia karena mimpi2 nya

di situ banyak kisah mengharukan tentang manusia, dari berbagai bangsa dan ras. rasanya seperti membaca sebuah novel. kalo gak mengingat ini jam kantor, pengen rasanya baca sampai habis. 

saat membacanya membuat kalimat kala jiwa-muda-petualang masih bergelora terdengung kembali .. 

Tuhan beserta orang-orang yang berani


cara bertutur kisahnya kocak tapi juga mengharukan.kisahnya di blog kemudian dibukukan dengan judul Travellous: a travel journal. dan Rei menjadi penerbit untuk bukunya sendiri. 

pesan yg hendak disampaikan Rei kepada kita, 
manusia harus berani bermimpi dan terus bermimpi! 

pengen banget punya buku ini! 

Friday, February 13, 2009

masih soal GORENGAN


bener gak sih .. 

katanya sekarang banyak tukang gorengan yang memasukkan plastik ke dalam minyak gorengannya. sehingga hasil gorengan bisa tetap garing (crispy) karena adanya bantuan "plastik" tersebut. 

wah... penyakit kanker bisa makin meluas!

baca posting di 2 blog berikut ini .. 

Gorengan Yang Tetap Crispy

Gorengan bumbu plastik.......!!!!!!!


picture from google search  

Wednesday, February 11, 2009

bebas fiskal bagi pemegang NPWP

klik gambar di bawah ini buat perbesar.

pemegang NPWP + istri dan anaknya di bawah 21 tahun bebas fiskal.

sementara yang gak punya NPWP kudu bayar 2.5 juta (jalur udara) dan 1 juta (jalur laut) 

btw .. ada yang tau gak .. penlu (penduduk luar negeri) kan bebas fiskal. tapi ... 

sekarang apa penlu harus punya NPWP supaya tetap bebas fiskal? 
soalnya beberapa waktu lalu dapat email dari KBRI soal Sunset Policy. masih bingung aja .. maksudnya opo ...sunsest policy itu...?